Highspace’s Blog

masterpiece

note : imanjiner

Assalamu’alaikum
Dalam sebuah neraca logika ada sudut nyinyir yang membelak jiwa tentang sebuah gambaran yang absurd tentang sebuah impian, sehingga kadang kala mimpi itu ibarat omong kosong. padahal jika kita lihat secara seksama ketika orang memiliki impian disitu ada sebuah langkah hidup yang jauh ke depan.

kawan, bermimpi itu bukan aksioma negatif yang harus dimusnahkan dalam hidup. sering kali jika seseorang tak memiliki impian jiwanya dan gambaran esok akan menghilang sehingga dia tak pernah tahu apa lagi yang akan dilakukan dan dikejarnya. maka munculah jiwa-jiwa pesmis yang “bergentanyangan” dalam scoupe yang merimbun pekat ke dalam jiwa, yang lebih parah adalah ketika yang tertular adalah anak-anak muda.

Ada sebuah tulisan saya beberapa tahun yang lalu, tulisan itu saya beri nama imanjiner. Maksudnya apa? dari penulisan ketika itu saya mencoba menggambarkan posisi iman dalam sebuah visualisasi masa depan. wah apa lagi itu?eiiit jangan berfikir yang aneh dulu..iman disini adalah sebuah titik tolak keyakinan pada sebuah ketulusan hati bahwa yang mengatur segalanya adalah Allah dan jiner disini bermakna tak terlihat.

Nah yang saya maksudkan adalah bahwa terkadang kita itu belum 100% yakin terhadap apa-apa yang tak terlihat. hm..mungkin jika anda berasumsi bahwa pertanyaan yang muncul “masa tidak percaya dengan Allah?” bukan…bukan itu yang dimaksud namun yang fatal adalah ketika keimanan kita itu tidak terbawa pada dimensi ketidakterlihat keputusan-Nya. maksudnya? ya..begini contohnya:

si A adalah seorang muslim, ia sangat yakin sekali bahwa yang namanya rizki itu sudah diatur oleh Allah swt. suatu hari ia berhadapan dengan sebuah masalah yang pelik dengan rizki yakni ia dihadapkan pada pilihan keluar dari pekerjaan atau tetap bertahan pada sebuah perusahaan yang ia belum tahu bahwa perusahaan itu haram (ia baru tahu perusahaan dimana ia bekerja setelah rajin ikut kajian agama). nah apa yang dilakukan si A apakah tetap bertahan atau memilih keluar? mungkin anda menjawab keluar

kemudian kasus B;

si B adalah seorang muslim yang taat dan juga seseorang da’i, awalnya ia bekerja hanya sebagai guru ngaji panggilan. suatu ketika ada yang menawarkannya pada sebuah pekerjaan yang menarik sekali namun ada konsekuensinya yakni ia harus fokus pada pekerjaannya dan hanya ada sedikit waktu untuk kegiatan dakwahnya. awalnya ia merasakan sesuatu yang biasa tidak ada masalah namun pada suatu saat ia menemukan problema yakni harus ada pilihan yang dicari tetap bekerja disana atau keluar dan kembali menjadi da’i? bagaimana anda menjawab? mulai terbelah ya jawabanya…

kasus c

anda adalah seseorang yang kaya raya, setiap saat anda rajin memberikan kelebihan harta kepada yang lain. suatu saat kekayaan yang anda miliki itu menyusut bahkan tinggal sedikit sekali,kemudian ada sebuah proposal sumbangan yang masuk kepada anda? apa yang anda lakukan tetap memberi atau mengatakn maaf saya sudah tidak punya uang?

dari contoh-contoh yang saya utarakan baru sebatas pada uraian rizki, dari contoh tadi kita mulai berbeda pendapat kan? nah ini yang saya maksudkan, padahal seharusny keimanan itu tetap sama pada saat miskin atau kaya harus tetap pada keadaan yang tinggi. namun kenapa jadi berubah-ubah? ada apa…

Advertisements

April 1, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , | Leave a comment

oretan sederhana

assalamu’alaikum

sederhana sekali, terbesit sebuah pertanyaan apakah setelah kita sukses dalam dunia akan menghantarkan kita ke surga?apakah setelah kita bekerja banting tulang untuk dapatkan uang akan menjamin kita akan bahagia?

Akhir-akhir ini saya kembali merenung tentang sebuah makna mengenai sejarah penciptaan manusia, bukankah manusia dilahirkan untuk beribadah kepada Allah? tulisan ini bukan bermaksud mengajak untuk bermalas-malasan apalagi tidak mau bekerja keras meraih mimpi dalam hal ini keinginan duniawi, sekali-kali tidak namun yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakah hanya karena ingin mengejar impian duniawi urusan akhirat di lupakan?

Ada beberapa kasus dalam pantuan saya beberapa waktu belakangan ini, karena saking sibuknya dengan “mengejar mimpi” tadi aspek-aspek kebiasaan baiknya hilang sama sekali. sebelum ia diberi “kenikmatan” subhanallah begitu luar biasa ibadahnya rajin sekali bahkan hampir semua sunnah ia lakukan, namun setelah oleh Allah diuji dengan kenikmatan orientasi telah berubah. penatnya jiwa dilarikan bukan lagi ke arah spiritual namun ke arah jalan-jalan dengan bahasa weekend ini kita habiskan dimana? letihnya fisik dan jiwa kemudian dilarikan dengan menikmati serumput kopi hangat dan berkaraoke di sebuah tempat bernama ” tempat hiburan”.

tidak ada jaminan semua keletihan, kepenatan dan kegundahan itu akan hilang dengan dilarikannya kepada bukan fitrahnya. Manusia itu pada dasarnya butuh kepulihan yang sempurna bukan parsial dan tempatnya itu ada di majelis ‘ilmu, majelis dzikir dan sebuah lingkungan yang disana ada suasana saling nasehat menasehati..

Dimana Allah? apakah sudah terlupakan dalam sebuah jiwa ini?

March 28, 2010 Posted by | Uncategorized | , | Leave a comment

berangkat dari kejernihan

berangkatlah dari kejernihan..karena kau akan temukan keindahan. berangkatlah dari kejernihan berfikir karena suka atau tidak ia akan membawa keselamatan dalam keberlanjutan esok. menanti sebuah penyelesaian akan ketidakberdayaan butuh sebuah kejernihan, bagaimana akan memulai jika jiwa ini telah keruh. karena hidup adalah sebuha penyelesaian maka jangan biarkan ia berlaru-larut dan itulah hasil yang buruk jika kau membiarkannya mengendap terlalu lama. kejernihan adalah hasil dari sebuah ilmu yang benar mengenai cara pandang kehidupan, karenanya ia tidak akan menjadi perumitan transaksional yang selalu membawa jiwa terseret oleh fatamorgana atau bahkan konsep pragmatis. maka jernihkan dengan La Ilaha Ila Allah muhammad ar rasul Allah

October 6, 2009 Posted by | cinta | , , , , , | Leave a comment

meninggalkan kebekuan

saatnya mata ini dibiarkan melihat lebih dalam lagi, kedepan arahkan pandangan anda pada satu titik teruslah pandangi sampai tatapan anda itu kuat.
saudaraku..sering sekali kita hanya berjalan tertunduk lemas dan tak berani menatap tajam apa yang ada di depan kita, sehingga luapan emosi sering menutup jiwa kita karena mata kita terbiasa menunduk ke dalam. bukankah kita diberikan anugerah mata untuk dimanfaatkan maksimal? salah satu yang menjadi bagian dari kesuksesan adalah keberanian untuk menatap..inilah yang sering kita abaikan selama ini. keberanian maksud dari tulisan ini, kita lebih percaya kepada paririmbon daripada Allah, kita lebih percaya kebiasaan kita hari ini atau prestasi hari ini tanpa pernah berusaha esok itu adalah milik kita. inilah jika ketidakberanian menjadi raja dalam jiwa kita maka apapun tujuannya tidak akan pernah tercapai

September 29, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

The Teens: Between Passion and Patience

Abstrak Remaja adalah sebuah wilayah perbincangan yang tak kunjung usai, karena pembahasan ini adalah sesuatu yang unik. Mengapa? Karena selalu menampakan aspek kejiwaan yang merupakan batu loncatan menuju proses kedewasaan , meski dalam wacana islam tak dikenal istilah remaja karena dalam kacamata islam manusia setelah proses anak-anak adalah menjadi dewasa (akhil baligh). Sedangkan barat membagi periodik manusia menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa. Jadi sebuah persepsi bersebrangan yang begitu mempesona untuk dibahas. Keyword: Remaja, kejiwaan(emosi),pandangan psikohumanistik A. Pendahuluan Judul diatas mungkin akan memberikan efek mengerutkan dahi? Ya itulah jika kita akan menganalisa psikologi perkembangan, menarik dan membuat kita ingin tak mau meninggalkan kajian ini. Semakin dalam kita mempelajari bahasan ini maka kita akan merasa semakin penasaran, namun dengan semakin kuatnya kita menguasai bahasan ini maka tergantung dari si pengguna apa mau dipakai kebaikan atau kejahatan. Maksudnya? Karena bahasan ini titik sasarannya adalah jiwa-jiwa dari pemuda, jika dipakai untuk kejahatan maka akan hilang sebuah peradaban dan jika dipakai untuk kebaikan malah akan semakin mengokohkan peradaban. Dari judul , kita hanya akan membahas sekelumit bahasan tentang remaja yakni bahasan antara passion dan patience. Passion disini maskudnya adalah gelora(kecenderungan) manusia pada kisaran fase remaja dan untuk patience maksudnya adalah tentang seberapa hebat kekuatan jiwa untuk melewati fase ini. B.Pembahasan ”Fase manusia pada saat remaja begitu labil” begitulah pendapat para pakar psikohumanistik. Ungkapan itu memang ada benarnya, karena memang kondisi jiwa pada fase ini begitu rentan. Manusia pada fase ini begitu ”terbawa arus” karena memang merupakan masa peralihan dari sebuah fase satu ke fase selanjutnya, peralihan dari fase anak-anak menuju ke fase dewasa. Ketika peralihan itu manusia masih terus mencari identitas/eksistensi dirinya dengan lingkungan sekitar, bahkan terkadang di suatu saat bisa terjadi tiitk ekstrim dalam menunjukan jati dirinya. Sering kita mendengar informasi yang menyatakan bahwa terjadinya kenakalan remaja atau di satu sisi remaja yang sarat prestasi atau remaja yang depresi karena masalah sepele atau juga remaja yang mampu menjadi agen sosial yang baik, semua itu merupakan aspek-aspek yang selalu ada di jiwa manusia namun tergantung kekuatan menahan yang jelek untuk jadi baik atau sebaliknya. Anis Matta menggambarkan dengan baik dalam bukunya Membentuk Karakter Cara Islam yakni : pada usia 11-15 tahun manusia pada fase perilaku berkesadaran yaitu: a. sejalan dengan perkembangan intelektualitasnta yang semakin rasional, maka anak juga mulai memperlihatkan perilaku yang mengakar pada kesadarannya. b. Anak-anak memperlihatkan keluwesan dalam berperilaku c. Pennilaian baik-buruk mulai lepas dari egosentrisnya dan berpindah ke penilaian akan dampak perilakunya terhadap proses adaptasi sosialnya d. Perilaku mulai memasuki tahap habit(kebiasaan) dan akan menjadi karakter. e. Mulai berorientasi masa depan Sedangkan pada tahap usia 15 tahun ke atas, manusia menuju fase kontrol internal atas perilaku dengan ciri a. menguatnya kesadaran akan nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan, dan mulai memberi arah dan pedoman bagi perilaku dan kehidupannya secara umum b. tanggung jawab yang tinggi kepada Allah c. nilai-nilai individu dan sosial mulai terintegrasi secara utuh dalam kepribadiannya d. perilakunya sudah mengakar kuat dalam kesadarannya, dan cenderung tetap sehingga garis –gasris dasar kepribadiannya mulai tampak jelas. Menurut saya itulah gambaran manusia yang normalnya seperti itu, namun dalam tataran realitas lingkungan juga memberi dampak yang cukup signifikan dalam perkembangan dirinya, manusia menjadi terdistorsi akan sikap-sikap fitrahnya yang sejak lahir terlihat, manusia yang sejak lahir tertanam sifat-sifat mengakui Allah bahkan menjadi hilang sama sekali ketika ia dewasa kelak. Itu sekali lagi saya katakan bahwa fase manusia pada remaja ini begitu rentan dalam membentuk karakter kepribadiaanya, manusia yang masa remajanya sudah terbina untuk menjadi penjahat maka akan sulit sekali untuk merubahnya menjadi manusia yang berkarakter baik pada saat selanjutnya, inilah yang harus diwaspadai inilah yang harus di selamatkan..

September 27, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

September 22, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Lihat..dan nikmatillah

cobalah sejenak untuk melihat..kemudian pandanglah lebih dekat kemudian nikmatilah itulah yang terkadang sulit kita lakukan, kita terkadang suka lebih cepat menafsirkan bahwa apa yang kita pandang itu tak berharga. Allah telah menciptakan sgala sesuatu itu dengan ukuran yang terbaik, cobalah berfikir jika semua sama maka tak ada yang menarik dan kita pun akan terjebak ke dalam sebuah asumsi yang membosankan. Inilah yang terkadang sulit membawa jiwa kita untuk mengakui apa yang kita lihat, kita memandang belum tentu membawa kesejukan itu karena hati kitanya yang tak mampu terbuka. jika sedikit saja kita buka hati kita dan di awali dengan kalimat baik seperti masya Allah, subhanallah tentu akan lain bahkan bisa jadi kita berucap astagfirullah semua itu karena kita sudah mampu menempatkan jiwa kita pada sebuah ketundukan ilahiah. maka lihatlah dan nikmatilah…

September 22, 2009 Posted by | Uncategorized | , | Leave a comment

Selamat ‘Idul Fitri 1430 H

Semoga Allah menjadikan kita menjadi pribadi yang muttaqien, yang selalu meluangkan lebih banyak waktu untuk Allah, yang selalu berkarya yang terbaik dan selalu tersenyum dengan segala ketetapan yang Allah gariskan. Amiin

Selamat Idul Fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan batin

September 17, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

September 17, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

meniti karier

assalamu’alaikum
apa kabar semua? apakah kita semua memikirkan mengenai masa depan? tentu semua sepakat dengan jawaban ya pasti harus dipikirkan, kenapa ya padahal masa depan itu abstrak apalagi kita hanya mampu membaca apa yang dilihat oleh mata. Lalu mengapa begitu banyak orang mengatakan bahwa masa depan saya cerah, nah seperti ini harus diperdalam padahal kita semua tahu apakah ada jaminan masa depan kita cerah? berandai-andai jika bekerja di perusahaan anu akan kaya raya, jika menikah dengan si anu akan bahagia, apakah itu jaminan masa depan kita akan merekah? tidak..sekali lagi tidak..masa depan adalah abstrak namun kita disuruh mempersiapkan dengan baik. Persiapan terbaik adalah ketika judul kita dalam meniti karir adalah dimensi akhirat yang menjadi runutan awal, lihatlah para sahabat Rasul saw. begitu dahsyatnya melihat tawaran surga yang memang abstrak. Tapi karena dimensi ruhiyah yang tinggi maka kekayaan sebesar apapun akan di berikan untuk mendapatkan surga. Inilah yang seharusnya di bedah dan dikupas dalam-dalam oleh jiwa kita..esok kita akan berada di surga apa di neraka, apakah jika kita bekerja disana atau menikah dengannya apakah ada waktu untuk ibadah,kegiatan dakwah. bukan kemudian aspek dunia yang menjadi awalan. Saudaraku masalah rezeki itu mudah jika engkau memang ikhlas melakukan sesuatu untuk Allah lihatlah dunia itu akan tunduk di tanganmu !!! Maka pilihlah karir yang membuat kita semakin dekat dengan Allah, Rasul saw, dan umat ini

September 6, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , | Leave a comment