Highspace’s Blog

masterpiece

hari ini !!!

assalamu’alaikum

hari ini kawan..begitu banyak cerita yang dilewati, pagi tadi ketika saya samapi tempat kerja. temapat saya kerja diacak-acak..namun alhamdulillah tak ada barang yang hilang namun yang aneh semua acak-acakan..sang pengacak turut serta pula menulis dalam kolom lembar curhat yang kami buat..ikut turut pula melahirkan karya seninya di white board..dan ikut pula minum teh..aneh memang… tapi itulah perjuangan bung dan ini sudah yang kedua kalinya..ya cita-cita itu harus diwujudkan.kejadian in bukannya membuat kami mundur namun akan membuat kami maju…hidup perjuangan …hidupkan tauhid dan kita luruskan niat..Allahu akbar

Advertisements

January 27, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Pemuda Indonesia dalam Takaran Sejarah

Tidak ada yang bisa melupakan peristiwa bersejarah yakni sumpah pemuda yang didengungkan sekitar 80 tahun yag lalu,peristiwa heroik penuh dengan semangat perjuangan yang sama. Semangat perjuangan yang pada akhirnya menghasilkan kemerdekaan Indonesia 17 tahun kemudian dan itupun merupakan peran pemuda dalam takaran sejarah emas Indonesia.
Saat ini Indonesia butuh sesuatu yang karya orisinil dari anak bangsa, mungkin mulai dari keeratan diantara sesama dan juga karya-karya masterpiece yang mempesona dunia. Tak ada yang mampu menghancurkan embrio kepahlawanan pemuda selain ketidakwujudan embrio kephlawanan itu dari tubuh pemuda bangsa ini. Kini peran-peran kepahlawanan pemuda bangsa ini sudah tak namapk alias sudah sama-samar, mulai dari kejumudan peran pelajar atau mahasiswa dalam mengisi setiap jengkal kehidupan.
Sejarah adalah sesuatu yang tak bisa kita hindari, karena kemarin adalah sesuatu yang menjadi sejarah. Maka orang-orang yang benci sejarah,menurut saya adalah (maaf) orang-orang yang tak mau berjalan untuk masa depan. Mengapa? Karena ia telah melewati sejarah setiap saat, dan karena waktu yang tersisa itupun akan menjadi sejarah dalam kehidupannya. Namun jangan juga kita menjadi orang-orang yang terus membanggakan sejarah tanpa mampu mengambil hikmah, ketika itu terjadi maka ia hanya akan menjadi orang-orang masa lalu. Lalu bagaimana seharusnya? Menurut saya seharusnya kita harus mampu menjadi orang-orang yang mampu mengambil pelajaran dan melihat waktu tersisa sebagai sebuah ruang-ruang sejarah yang akan kita isi. Apakah itu dengan karya-karya kita yang bisa dinikmati orang lain (mampu menjadi manusia bermanfaat) atau hal-hal negatif yang merugikan. Dan ingatlah meski kita menganggap bahwa apa yang kita lakukan itu tak berdampak pada diri kita, sejujurnya itu adalah gambaran bahwa orang tersebut sedng tidak sadar bahwa ia sedang menimbun sejarah yang akan ditujukan kepada kita.
Jiwa-jiwa pemuda yang mampu keluar dari stigma sempit menuju pencerahan, akan keluar menjadi pemimpin masa depan atau bahasa lain adalah the next leader. Itulah yang saat ini susah dicari. Banyak yang berfikir bahwa menjadi pemikir berada di bangsa tak ada artinya adalah sebuah kesalahan besar, karena setiap bangsa harus selalu memiliki stok pemikir. Lalu ada yang berpendapat bukankah sudah banyak “pakar” di negeri ini sehingga kita tidak perlu lagi? Sekarang yang dibutuhkan adalah para praktisi. Hm..memang terlihat ilmiah argumen itu, tapi coba kita kembali berfikir bahwa para “pakar “ di negeri ini sebagaian besar adalah pakar-pakar parsial atau bahasa lain pokoknya agar terlihat rumit maka itulah “pakar”. Jika anda berfikir demikian juga, maka anda sudah termasuk orang-orang yang selalu menjadi pengekor dan selalu tak bisa menjawab secara utuh. Itulah argumen sebagaian besar masyarakat bangsa ini,dan pemuda-pemuda bangsa saat ini yang dikemudian hari menjadi pemimpin negeri ini selalu bersifat inferior. Kita saat ini sedang menunggu sosok-sosok pemuda cerdas dan berani agar memang benar-benar menjadi pakar yang memang betul-betul dirasakan.
Dalam tulisan kali ini, saya hanya ingin menegaskan pada sebuah kata-kata yakni jika kita ingin mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur maka dibutuhkan pemuda-pemuda yang selalu siap mengisi ruang-ruang waktu tersisa dan sadar bahwa ia sedang merancang sejarahnya kelak juga ia secara cerdas mampu mengambil hikmah dari sejarah-sejarah yang sudah terlewati. Dan mungkin salah satu yang akan diwujukan sejarah itu adalah kesadaran untuk berbuat. Mungkin kita akan melihatnya di Islamic Education Expo tanggal 31 Oktober-2 November di Al jihad, yang menurut saya itu merupakan bagian dari kesadaran itu berkarya..Bravo..pemuda salam perubahan..

January 27, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Kebangkitan adalah Sebuah Narasi kita bersama!!

Assalamu’alikum wr.wb..
Puji syukur kehadirat Allah Swt. Atas karunia nikmat yang diberikan kepada kita yakni nikmat Iman, Islam dan Kesehatan. Tak ada hal yang bisa kita lakukan selain kesadaran untuk bersyukur kepada Allah dengan sebaik-baiknya tanpa adanya rasa keterpaksaan sehingga kita mampu mewujudkan karya yang terbaik untuk Allah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw yang merupakan tokoh idola kita bersama karena dalam pribadinya terdapat sebuah keteladanan yang terbaik.
Salam perubahan..
Di awal sambutan ini saya ingin menyitir ucapan Harun Al-Rasyid, “Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung segala usaha maksimal.” Saudara/i ku pekan ini kita merasakan sesuatu yang besar dalam bangsa Indonesia yakni adanya hari sumpah pemuda yang memiliki ruh yakni sebuah perubahan, sebuah perubahan pola perjuangan yang tadinya bersifat kedaerahan menjadi sebuah ikatan yang utuh tentang persatuan secara utuh tentang kebebasan menjadi sebuah bangsa. Para pemuda merupakan aset berharga yang begitu besar karena memiliki nilai-nilai idealis , militan,kritis,dan obejektif melihat sesuatu dan mengeksekusi sesuatu. Maka ketika hal itu hilang dari jiwa pemuda kita, maka kita semua akan kehilangan para pemimpin masa depan bangsa ini.
Ucapan Harun Al Rasyid diatas merupakan bumbu dari sebuah untaian kalimat dari seseorang yang menyadari akan begitu pentingnya artiya perencanaan dari sebuah narasi..dari sebuah gagasan dan juga bahasa keikhlasan terhadap usaha maksimal yang telah dilakukan kita. Narasi yang ingin kami share dengan anda semua sudaraku adalah tentang narasi kebangkitan, karena kita sudah terlalu lama tertidur bahkan mungkin terlalu pulas. Negeri ini dikatakan sebagai raksasa yang sedang tertidur atau mungkin bahasa persepsi saya adalah negeri ini besar namun tak sadar bahwa dia itu besar atau dengan kata lain terkena syndrom inferior complex sudah kadung terlalu akut. Kita menjadi bangsa penakut bahkan untuk sekedar bermimpi saja tidak berani, ketika ada yang mengatakan kita termasuk menjadi negar maju tahun 2030 maka banyak yang mengatakan tidak mungkin padahal mungkin saja jika Allah berkehendak itu semua bisa terjadi atau bahkan mungkin kurang target tahun itu. Jepang ketika sudah kalah bukan malah menjadi bangsa penakut atau terkena sydnrom inferior, namun adanya kesadaran yang kuat dari semangat juang dan memang berani bermimpi bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar kembali dan itu sudah terbukti sakarang.
Saudara/i ku…
Kami sadar betul bahwa untuk mencapai tujuan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa tidak akan bisa jika dicapai dengan kekuatan sendiri, namun harus bisa dishare dengan seluruh komponen bangsa ini. Oleh karena itu kami mengusung tema Dari generasi muda Islam untuk Indonesia pada penyelenggaraan Ekspo kali ini, karena kita sadar bahwa sebagai bagian dari komponen bangsa ini maka harus ada sesuatu yang bisa dihasilkan, harus ada sesuatu yang bisa dinikmati, harus ada karya-karya yang bertujuan pencapaian Indonesia yang kita idamkan bersama. “Kata adalah sepotong hati” itulah yang diuraikan oleh pemikir dan pemimpin pergerakan islam di India yakni Abul Hasan Ali Al Hasani An-Nadwi, maka itu pulalah yang kami pahami bahwa rangkaian kata yang tertulis yakni Islamic Education Expo dengan Tema : Dari generasi muda Islam Untuk Indonesia merupakan gambaran hati kami tentang kepedulian mengenai pendidikan dan tentang revitalisasi peran pemuda Islam di negeri ini. Pemuda Islam adalah aset bangsa ini bahkan yang terbesar karena negeri ini 80% penduduknya beragama Islam. Maka ketika pemuda Islamnya tidak dapat mengisi ranah-ranah kehidupan dengan maksimal maka ketika itulah bangsa ini akan terus menukik ke lembah kehancuran. Oleh karena itulah saudaraku…mari kita mulai pikirkan ini bersama dengan ikatan hati dan dengan kesinambungan irisan antar arah gerakan masing-masing. Dalam relung krodeo perjuangan kami..termaktub sebuah keinginan yakni kebersamaan untuk membangun, kebangkitan yang harus menjadi sebuah narasi bersama. Mengapa bersama? Karena Generik adalah bagian kecil dari sebuah bagian yang besar dan bagian yang besar itu adalah seluruh masyarakat negeri ini.
Setiap manusia sedang mengukir sejarahnya masing-masing,maka ketika sejarahnya itu biasa-biasa saja tak ada nilai yang bisa dirasakan kemudian maka menurut saya adalah kesia-siaan. Bukankan narasi terbesar dalam urutan dustur umat islam yakni Al Qur’an berbicara secara utuh dalam Surah Al Ashr tentang pentingnya memanage waktu atau mengisi waktu-waktu? Namun kita terkadang tak peduli dengan gambaran utuh itu semua, sehingga kita menjadi orang-orang yang tak produktif. Itulah kesalahan, itulah kelemahan kita bersama yakni menjadi manusia-manusia yang unproductif…maka seharusnya kita malu dengan itu semua. Betapa negeri ini yang merupakan mayoritas muslim tapi tak produktif, saudarku jika orang-orang barat yang berpaham kapitalisme memahami bahwa hanya ada 2 hari dalam satu minggu yakni hari produktif dan hari konsumtif. Maka tak heran jika hari senin-jum’at dihabiskan secara maksimal untuk berproduksi habis-habisan(mencari uang) dan ketika sampai hari jum”at mereka bergembira dengan mengatakam hore..it’s Friday berarti saatnya untuk bersenang-senang esok hari. Sedangkan 2 hari sisanya dihabiskan untuk hari-hari konsumtif artinya hari-hari yang dihabiskan untuk bersenang-senang (menghabiskan uang) dan itu terus berurut-urut dilakukan sampai mereka tak mampu lagi lakukan itu semua.
Saudaraku..
Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menjadi kaum produktif, namun juga bukan tak boleh untuk melakukan kegiatan konsumsi. Namun Islam mengajarkan agar dalam setiap kegiatan yang dilakukannya adalah selalu ada value added yang dihasilkan. Value added yang terhebat adalah value yang bernotasi ibadah kepada Allah. Maka Islam sangat menghargai fungsi niat dalam beramal. Kembali kepada kebangkitan yang merupakan narasi, maka tak ada pencapaian itu tanpa adanya niat bersama, tanpa adanya tahap-tahap dan tanpa adanya pengharapan kepada Allah. Tak boleh ada lagi kata-kata yang bernada pesimis, dalam akhir dai sambutan ini kembali saya menyitir seorang tokoh pemuda ykni Anis Mata yaitu bila kita memiliki keyakinan yang kuat, ketulusan niat, kebersamaan yang kokoh, dan kerja keras tanpa kenal lelah, nanti Allah juga akan mengambil alih sisa-sisa pekerjaan yang masih besar, lalu memberi kita kemenangan-Nya, dengan cara-Nya sendiri, bahkan sering melampui batas-batas imajinasi kita, tanpa pernah kita mengerti.
Itulah cita-cita..dan itulah titik dimana kita tak mampu menjangkaunya..semoga kita bisa bersama-sama membangun negeri ini dengan ketulusan dan kebersamaan, dan kami Generasi Islam Karawang sadar bahwa negeri ini butuh pemuda-pemuda cerdas yang bermoral. Semoga Allah meridhoi kerja-kerja untuk perubahan ke arah yang lebih baik.amin ya rabbal alamin. Salam pemuda..salam perubahan..harapan itu masih ada…Allahu Akbar!!!

Karawang, 31 Oktober 2008
RIDWAN,SE

January 27, 2009 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment

The Teens: Between Passion and Patience

Abstrak
Remaja adalah sebuah wilayah perbincangan yang tak kunjung usai, karena pembahasan ini adalah sesuatu yang unik. Mengapa? Karena selalu menampakan aspek kejiwaan yang merupakan batu loncatan menuju proses kedewasaan , meski dalam wacana islam tak dikenal istilah remaja karena dalam kacamata islam manusia setelah proses anak-anak adalah menjadi dewasa (akhil baligh). Sedangkan barat membagi periodik manusia menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa. Jadi sebuah persepsi bersebrangan yang begitu mempesona untuk dibahas.
Keyword: Remaja, kejiwaan(emosi),pandangan psikohumanistik

A. Pendahuluan
Judul diatas mungkin akan memberikan efek mengerutkan dahi? Ya itulah jika kita akan menganalisa psikologi perkembangan, menarik dan membuat kita ingin tak mau meninggalkan kajian ini. Semakin dalam kita mempelajari bahasan ini maka kita akan merasa semakin penasaran, namun dengan semakin kuatnya kita menguasai bahasan ini maka tergantung dari si pengguna apa mau dipakai kebaikan atau kejahatan. Maksudnya? Karena bahasan ini titik sasarannya adalah jiwa-jiwa dari pemuda, jika dipakai untuk kejahatan maka akan hilang sebuah peradaban dan jika dipakai untuk kebaikan malah akan semakin mengokohkan peradaban. Dari judul , kita hanya akan membahas sekelumit bahasan tentang remaja yakni bahasan antara passion dan patience. Passion disini maskudnya adalah gelora(kecenderungan) manusia pada kisaran fase remaja dan untuk patience maksudnya adalah tentang seberapa hebat kekuatan jiwa untuk melewati fase ini.

B.Pembahasan
”Fase manusia pada saat remaja begitu labil” begitulah pendapat para pakar psikohumanistik. Ungkapan itu memang ada benarnya, karena memang kondisi jiwa pada fase ini begitu rentan. Manusia pada fase ini begitu ”terbawa arus” karena memang merupakan masa peralihan dari sebuah fase satu ke fase selanjutnya, peralihan dari fase anak-anak menuju ke fase dewasa. Ketika peralihan itu manusia masih terus mencari identitas/eksistensi dirinya dengan lingkungan sekitar, bahkan terkadang di suatu saat bisa terjadi tiitk ekstrim dalam menunjukan jati dirinya. Sering kita mendengar informasi yang menyatakan bahwa terjadinya kenakalan remaja atau di satu sisi remaja yang sarat prestasi atau remaja yang depresi karena masalah sepele atau juga remaja yang mampu menjadi agen sosial yang baik, semua itu merupakan aspek-aspek yang selalu ada di jiwa manusia namun tergantung kekuatan menahan yang jelek untuk jadi baik atau sebaliknya. Anis Matta menggambarkan dengan baik dalam bukunya Membentuk Karakter Cara Islam yakni : pada usia 11-15 tahun manusia pada fase perilaku berkesadaran yaitu:
a. sejalan dengan perkembangan intelektualitasnta yang semakin rasional, maka anak juga mulai memperlihatkan perilaku yang mengakar pada kesadarannya.
b. Anak-anak memperlihatkan keluwesan dalam berperilaku
c. Pennilaian baik-buruk mulai lepas dari egosentrisnya dan berpindah ke penilaian akan dampak perilakunya terhadap proses adaptasi sosialnya
d. Perilaku mulai memasuki tahap habit(kebiasaan) dan akan menjadi karakter.
e. Mulai berorientasi masa depan
Sedangkan pada tahap usia 15 tahun ke atas, manusia menuju fase kontrol internal atas perilaku dengan ciri
a. menguatnya kesadaran akan nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan, dan mulai memberi arah dan pedoman bagi perilaku dan kehidupannya secara umum
b. tanggung jawab yang tinggi kepada Allah
c. nilai-nilai individu dan sosial mulai terintegrasi secara utuh dalam kepribadiannya
d. perilakunya sudah mengakar kuat dalam kesadarannya, dan cenderung tetap sehingga garis –gasris dasar kepribadiannya mulai tampak jelas.
Menurut saya itulah gambaran manusia yang normalnya seperti itu, namun dalam tataran realitas lingkungan juga memberi dampak yang cukup signifikan dalam perkembangan dirinya, manusia menjadi terdistorsi akan sikap-sikap fitrahnya yang sejak lahir terlihat, manusia yang sejak lahir tertanam sifat-sifat mengakui Allah bahkan menjadi hilang sama sekali ketika ia dewasa kelak. Itu sekali lagi saya katakan bahwa fase manusia pada remaja ini begitu rentan dalam membentuk karakter kepribadiaanya, manusia yang masa remajanya sudah terbina untuk menjadi penjahat maka akan sulit sekali untuk merubahnya menjadi manusia yang berkarakter baik pada saat selanjutnya, inilah yang harus diwaspadai inilah yang harus di selamatkan..

January 27, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

KETIKA PERADABAN ITU DIMULAI DARI SINI !

Kawan bolehkah aku berbicara dengan engkau, meski ini bukan sesuatu yang begitu penting tapi menurutku ini sesuatu yang bermanfaat banyak. Kawan dalam kehidupan ini pasti kita mengenal dengan sebuah nama yakni peradaban. Banyak orang yang apatis dengan tema ini, padahal jika kita menginginkan sebuah kehidupan yang lebih baik maka menurutku adalah kita mampu menjadi pecinta sejarah. Maaf bukan mengajak engkau untuk menjadi orang-orang yang ”kuno”, atau pula mengajak engkau hanya sekedar nostalgia.
Aku tak bicarakan tentang romantisme sebuah sejarah, tetapi berbicara bagaimana sejarah mengajarkan sebuah ”ruh” kehidupan yang pada dasarnya semua tinggal di lihat dan dikaji saja. Maksudnya? Maaf menjadi terbelit-belit maksudku, kehidupan ini sebenarnya kisahnya hampir selalu mirip hanya saja ”backgroundnya” saja yang berbeda. Dulu terkenal kaum sodom maka kini kita banyak melihat dan mendengar tentang mereka di sekitar kita, atau bagaimana sosok fir’aun kini pun banyak ”jiwa-jiwa” kering menjadikan figurnya sebagai idola sehingga tak sedikit yang menjadi pengikutnya. Dan masih banyak lagi kisah-kisah dulu yang hampir mirip atau boleh dikatakan mirip dengan kejadian-kejadian saat ini.
Kawan, jika kita merindukan sebuah peradaban yang mebahagiakan maka mari kita tengok sejarah lebih dalam. Kita akan banyak menemukan berbagai macam sejarah peradaban sebuah bangsa dan bagaimana peradaban itu hancur. Kita tinggal memilih mau peradaban mana yang akan kita ambil, kalau aku boleh berkata padamu kawan lebih baik pilih peradaban yang membuat engkau tersenyum bahagia duni dan akhirat. Apa itu ada? Tentu ada kawann yakni peradaban Islam, sebuah peradaban yang tak pernah menuai kekecewaan dari rakyatnya karena keadilannya. Bukan karena aku seorang muslim sehingga menjadi muslim an sich,tetapi ini real kawan. Coba engkau lihat lebih dalam tentang itu, peradaban mana yang paling lama bercokol di dunia ini dan paling banyak menghasilkan karya-karya yang fenomenal dan sampai saat ini jadi rujukan? Satu kata yakni Islam.

Lalu apa yang membuat peradaban islam ini maju dan bertahan lama? Yakni selalu dimulai dari sini, apa maksudnya dimulai dari sini? Maksudnya perdaban islam selalu dimulai dari dari yang terdekat atau bahasa lain lingkungan mikro, dan hal mikro dari sebuah peradaban itu kawan adalah hati. Dan jika hati itu baik maka keseluruhan tubuh itu akan baik dan peradaban itu kan selalu dimulai dari personal (humanity) yang baik secara kualitasnya. Hal inilah yang selalu dijaga berabad-abad, dan tak pernah henti untuk direcovery jika sudah usang. Dan ketika peradaban ini mulai terasa redup-redup itu karena masyarakatnya mulai lupa dengan recovery itu, sehingga begitu cepatlah hancur. Hal inilah yang patut disayangakan, karena sudah lama dijaga kini hilang dengan cepatnya. Jadi apa yang akan engaku kata-katakan lagi tentang islam yang tak punya peradaban , ternyata semua persepsi salah kau lupa bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan pengembangan dari para ulama/ilmuwan islam? Tak melihatkah engkau atau engkau pura-pura tak melihat atau mungkin telingamu tersumbat oleh benda yang besar hingga kau tak lagi mendengar keluarbiasaan islam mengakomodasi ilmu pengetahuan sehingga bisa kau nikmati dan kau kembangkan lagi atau mungkin engkau menjadi budak-budak bukan lagi menjadi tuan dari ilmu pengetahuan. Kata-kata budak pun mungkin masih terlalu halus untuk mendeskripsikan betapa hancurnya jiwamu, karena kau tak lagi menggunakan hakmu sebagai pengguna ilmu. Engkau hanya menjadi sampah yang bau dan yang tak bisa didaur ulang karena bebalnya otakmu dan keringnya jiwamu, sehingga kau tak lagi mampu bedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Wahai jiwa-jiwa yang masih hidup !!! bangkitlah raih peradaban itu lagi, mari kita mulai menata lagi dan mendelete peradaban yang penuh dengan kotoran ini dengan peradaban islam yang lebih menyejukan. Perdaban islam ini bukan saja milik orang muslim namun juga milik dan harus dinikmati oleh seluruh umat manusia di seantero bumi ini, karena ketika kita memimpin peradaban ini kita selalu memberikan pelayanan yang begitu luar biasa bagi kehidupan manusia ini. Tunggu apa lagi wahai jiwa-jiwa yang rindu panji Allah itu berkibar di seluruh bumi ini, persiapkan dirimu dengan baik dan matang dengan keilmuan karena sesaat lagi perdaban islam akan kembali hadir. Menjadi guru yang menyejukan untuk alam raya ini dan untuk meninggikan kalimat Allah di bumi ini…

January 27, 2009 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment

aku bisa !!!

Assalamu’alaikum

aku bisa..aku pasti bisa mewujudkan mimpi-mimpi besarku..

aku mampu..aku pasti mampu mewujudkan narasi besar yang berada di dalam anganku

January 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment