Highspace’s Blog

masterpiece

depapepe – It was a good day.mp3

get more free mp3 & video codes at www.musik-live.net
Advertisements

April 21, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

renungan sederhana

assalamu’alaikum..
sore tadi tak sengaja aku berfikir sejenak..pada waktu sedang berjalan menuju masjid untuk menunaikan solat magrib. saat itu aku berpapasan dengan seorang lelaki yang sedang berlari..ia sudah rapi dan berlari-lari sambil melihat jam di tangannya menandakan ia sedang berurusan dengan namanya waktu.

pada beberapa waktu sebelumnya aku juga menemui beberapa orang pada saat yang sama, yakni saat sedang adzan berkumandang. sering kali aku menemui tepat saat adzan solat subuh, kadang aku menyapa orang itu dan aku tahu ia bekerja di Jakarta. perjalanan dari karawang ke jakarta jika sepi seperti itu sekitar 1 jam saja, namun bukan perjalanan itu yang aku perbincangkan disini namun mengenai masalah pemilihan..

coba fikirkan sejenak, kita kadang sering sekali berada pada posisi tergesa-gesa dan ingin segera menemui ketika janji dengan orang atau yang berhubungan dengan pekerjaan. sering sekali kita lebih tepat waktu untuk masuk kerja karena ada asumsi berfikir gaji saya akan dipotong atau takut dimarahin atau demi profesional atau yang lainnya..pokokny harus perfect. namun bagaimana dengan judul begini “bagaimana dengan jadwal bertemu dengan Yang Memiliki Segalanya, yakni Allah Swt dengan menunaikan solat ?” nah untuk urusan yang ini sering sekali kita tunda-tunda bahkan tak menunaikannya.

aneh..aneh sekali,. sering kemudian berfikir kenapa ya orang kok bisa datang tepat waktu saat ada undangan makan, saat jadwal kerja, saat bertemu dengan orang yang dirindukan, bertemu dengan yang dicintainya..kenapa sebegitu kuatnya untuk tak membuat kecewa orang-orang itu? tapi giliran janjian untuk hal kebaikan khalayak yang pada dasarnya untuk diri sendiri sungguh susah untuk tepat waktu. seperti rapat untuk membahas program-program kemashlahatan, diskusi, ta’lim atau bahkan pembicaraan tadi yakni solat..mengapa..saudara-saudara..mengapa?

untuk urusan dunia saja kita bisa sigap dan harus perfect tapi mengapa untuk urusan akhirat kita juga tidak berusaha perfect?dimensi berfikir seperti apa jika Yang Maha Segalanya itu kita tinggalkan padahal apa ruginya dengan Dia, Allah punya segalanya tapi kita..sekali lagi tak punya apa-apa. dan memang benar sesuai ayat ke dua dari Al Ashr bahwa semua manusia berada dalam kerugian. penerusan ayat ke 3 dan seterusnya sampai habis menggambarkan jawaban harus seperti apa manusia biar tidak rugi..

April 15, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Leave a comment

Pemimpinku..oh pemimpinku

assalamu’alaikum

ironi sekali negeri ini, di tengah kelesuan moral dalam setiap segmentasi kehidupan kini merebak suguhan dengan tampilan berita artis-artis “panas” memanaskan panggung politik. luar biasa aneh? memang untuk menjadi pemimpin di negeri ini haruslah orang yang tenar, banyak duit saja, lalu aspek moral sebagai pemimpin itu dimana?

baiklah saya akan ilustrasikan sebagai berikut:

dalam pemilihan sebuah acara tampilan 3 orang sosok pemuda, mereka berdiri di depan dan bersiap untuk memberikan pemaparan kepada khalayak mengenai visi mereka.

pemuda 1= kelak ketika nanti saya dipilih menjadi pemimpin, maka segala hajat anda semua akan saya penuhi tanpa ada satu hal pun yang terlewatkan

pemuda 2 =kelak ketika saya menjadi seorang pemimpin maka tidak boleh lagi ada orang miskin

pemuda 3= Insya Allah jika saya dipilih maka saya siap untuk menerima masukan dan kritikan dari kalian dan berusaha memnuhi apa yang menjadi kebutuhan selama ini.

waktu pemilihan masih lama ada sekitar 5 bulan lagi, ketiga pemimpin muda itu mulai terlihat untuk menunjukan kharismanya di depan para pemilihnya. mereka sibuk menampilkan visi dan janji ke hadapan publik, segala gaya mereka lakukan. di antara 3 sosok tadi sangat berbeda satu sama lain. pemuda 1 pendekatannya adalah melalui kegiatan baksos dan pelayanan kesehatan, pemuda 2 pendekatannya dengan pola penyuluhan dan pemberian uang bantuan sedang pemuda 3 dia melakukan pendekatan dengan membuat sebuah lembaga yang disana ada penanaman moral sebagai basis perubahan ditambah dengan langkah-langkah nyata pemecahan masalah secara mengakar

ketiganya bersaing ketat dalam menarik simpati masa, ada yang sibuk bergoyang ria, ada yang sibuk ceramah dan ada pula yang sibuk untuk melakukan kerja nyata. Dan yang perlu di catat adalah ketika diantara pemuda tadi yang paling sedikit punya uang dana kampanye adalah pemuda 3.

perjalanan waktu terus berputar hingga tibalah waktu penentuan hari pemilihan..

pada hari itu terbelaklah orang-orang terutama juga para calon pemimpin itu, ternyata yang menang adalah yang berbuat langsung terhadap rakyat. bukan yang memberi ketika ada maunya saja….

hm..ketika menulis tulisan di atas apa bisa terjadi di negeri ini? dari pengamatan saya banyak sekali kerunyaman berfikir di negeri ini, terlalu pragmatis sehingga ideologi itu lumer oleh kepentingan bahwa saya/kelompok saya yang berkuasa. banyak yang kemudian kita melihat betapa hancurnya sebuah bangsa ketika para politikusnya sudah bukan lagi memikirkan keberhasilan bangsanya…

jargon reformasi menurut saya itu belum terjadi di negeri ini, karena yang terlihat hanya pergantian kekuasaan saja. hanya beda posisi tepatnya? lalu dimana peran moral yang utama bukankah kita sebagai manusia akan merasa tentram jika moral hazard itu bisa ada dalam setiap blantika kehidupan?

reform kita belum menyentuh apapun, hanya menyentuh sebuah judul saja bukan perubahan di dalamnya atau perubahan di akar yang berbasis di moralnya. sehingga realita yang ada sejak judulnya bergulir reformasi kasus korupsi masih terlihat bahkan besar -besar, pembodohan masyarakat merajalela di tengah gembar-gembor masyarakat sekarang sudah pintar…(he..pintar dari mana)

maka sudah saatnya kita menelaah kerja lanjutan, melihat episode ke depan penuh dengan dinamika antara sebuah kepalsuan dengan sebuah kebenaran. Dan dalam keadaan saat ini janganlah terjebak pada sebuah unsur semu, karena ia tidak akan memberikan perubahan apapun pada diri kita

April 9, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Leave a comment

Apakah perlu pelajaran anti korupsi?

assalamu’alaikum..

apakah perlu diadakan mata pelajaran baru? yakni mata pelajaran anti korupsi. banyak yang mengatakan itu perlu karena merupakan solusi bagi bangsa yang kesannya menjadi bangsa salah satu penyumbang nilai korup terbesar di dunia. wah..wah..dan yang anehnya adalah bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang religiusnya tinggi.

apa yang salah? jawaban yang akan saya utarakan disini adalah sebuah pembelajaran generasi. ini yang sering hilang..lucu sekali jika anak-anak disuruh tidak menyontek namun kadang kala sang pendidik raja pencontek ketika di ruang lain (menjadi mahasiswa/mahasiswi), menyuruh dilarang berbohong namun sang pendidik berbohong mengatas namakan harus beli ini..harus beli itu..padahal niatnya adalah untuk pribadinya..jika benar ini terjadi na’udzu billah…

Nah..jika kemudian ada usulan ada tambahan pelajran anti korupsi apakah perlu? saya mengatakan sangat tidak perlu..!!! mengapa coba bayangkan… rata-rata anak-anak itu memahaminya sebagai sebuah pelajaran dan bukan karakter. baiklah saya ambil contoh..mengapa bangsa yang dikenal dengan bangsa religius moralnya seperti amburadul. Kita lihat pelajaran agama..banyak dari anak-anak yang kemudian berfikir bahwa semua pelajaran itu akan terlihat bagus ketika nilai yang ada di raport bagus, maka ketika dimulai mind set seperti itu itulah awal kehancuran. Agama yang seharusnya menjadi pelajaran karakter berubah mindset menjadi sebuah pelajaran angka-angka, yang parah kemudian adalah ketika sang pendidik juga ketika melihat nilai ulangan agama si anak jelek kemudian berasumsi bahwa nilai agama tidak boleh jelek (nah ini lebih parah lagi).

Maka akan sangat mengerikan jika mungkin saja bisa terjadi ketika sia anak tak mampu lagi membedakan antara mana pelajaran karakter yang harus tertanam dan mana yang memang itu adalah sebuah pembelajaran biasa. kalau melihat ini saya sudah sampai tingkat miris sekali…bagaimana mungkin agama yang merupakan pondasi hidup seseorang dirubah menjadi sebuah pelajaran belaka yang diukur oleh angka-angka. maka tak heran mengapa kita sekarang menemukan banyak sekali kerusakan di negeri ini.

menurut saya yang harus dilakukan adalah bagaimana membangun karakter anti korupsi, ini dimulai dengan sebuah karakter…

bersambung..

April 8, 2010 Posted by | Uncategorized | , | Leave a comment

note : imanjiner

Assalamu’alaikum
Dalam sebuah neraca logika ada sudut nyinyir yang membelak jiwa tentang sebuah gambaran yang absurd tentang sebuah impian, sehingga kadang kala mimpi itu ibarat omong kosong. padahal jika kita lihat secara seksama ketika orang memiliki impian disitu ada sebuah langkah hidup yang jauh ke depan.

kawan, bermimpi itu bukan aksioma negatif yang harus dimusnahkan dalam hidup. sering kali jika seseorang tak memiliki impian jiwanya dan gambaran esok akan menghilang sehingga dia tak pernah tahu apa lagi yang akan dilakukan dan dikejarnya. maka munculah jiwa-jiwa pesmis yang “bergentanyangan” dalam scoupe yang merimbun pekat ke dalam jiwa, yang lebih parah adalah ketika yang tertular adalah anak-anak muda.

Ada sebuah tulisan saya beberapa tahun yang lalu, tulisan itu saya beri nama imanjiner. Maksudnya apa? dari penulisan ketika itu saya mencoba menggambarkan posisi iman dalam sebuah visualisasi masa depan. wah apa lagi itu?eiiit jangan berfikir yang aneh dulu..iman disini adalah sebuah titik tolak keyakinan pada sebuah ketulusan hati bahwa yang mengatur segalanya adalah Allah dan jiner disini bermakna tak terlihat.

Nah yang saya maksudkan adalah bahwa terkadang kita itu belum 100% yakin terhadap apa-apa yang tak terlihat. hm..mungkin jika anda berasumsi bahwa pertanyaan yang muncul “masa tidak percaya dengan Allah?” bukan…bukan itu yang dimaksud namun yang fatal adalah ketika keimanan kita itu tidak terbawa pada dimensi ketidakterlihat keputusan-Nya. maksudnya? ya..begini contohnya:

si A adalah seorang muslim, ia sangat yakin sekali bahwa yang namanya rizki itu sudah diatur oleh Allah swt. suatu hari ia berhadapan dengan sebuah masalah yang pelik dengan rizki yakni ia dihadapkan pada pilihan keluar dari pekerjaan atau tetap bertahan pada sebuah perusahaan yang ia belum tahu bahwa perusahaan itu haram (ia baru tahu perusahaan dimana ia bekerja setelah rajin ikut kajian agama). nah apa yang dilakukan si A apakah tetap bertahan atau memilih keluar? mungkin anda menjawab keluar

kemudian kasus B;

si B adalah seorang muslim yang taat dan juga seseorang da’i, awalnya ia bekerja hanya sebagai guru ngaji panggilan. suatu ketika ada yang menawarkannya pada sebuah pekerjaan yang menarik sekali namun ada konsekuensinya yakni ia harus fokus pada pekerjaannya dan hanya ada sedikit waktu untuk kegiatan dakwahnya. awalnya ia merasakan sesuatu yang biasa tidak ada masalah namun pada suatu saat ia menemukan problema yakni harus ada pilihan yang dicari tetap bekerja disana atau keluar dan kembali menjadi da’i? bagaimana anda menjawab? mulai terbelah ya jawabanya…

kasus c

anda adalah seseorang yang kaya raya, setiap saat anda rajin memberikan kelebihan harta kepada yang lain. suatu saat kekayaan yang anda miliki itu menyusut bahkan tinggal sedikit sekali,kemudian ada sebuah proposal sumbangan yang masuk kepada anda? apa yang anda lakukan tetap memberi atau mengatakn maaf saya sudah tidak punya uang?

dari contoh-contoh yang saya utarakan baru sebatas pada uraian rizki, dari contoh tadi kita mulai berbeda pendapat kan? nah ini yang saya maksudkan, padahal seharusny keimanan itu tetap sama pada saat miskin atau kaya harus tetap pada keadaan yang tinggi. namun kenapa jadi berubah-ubah? ada apa…

April 1, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , | Leave a comment