Highspace’s Blog

masterpiece

renungan sederhana

assalamu’alaikum..
sore tadi tak sengaja aku berfikir sejenak..pada waktu sedang berjalan menuju masjid untuk menunaikan solat magrib. saat itu aku berpapasan dengan seorang lelaki yang sedang berlari..ia sudah rapi dan berlari-lari sambil melihat jam di tangannya menandakan ia sedang berurusan dengan namanya waktu.

pada beberapa waktu sebelumnya aku juga menemui beberapa orang pada saat yang sama, yakni saat sedang adzan berkumandang. sering kali aku menemui tepat saat adzan solat subuh, kadang aku menyapa orang itu dan aku tahu ia bekerja di Jakarta. perjalanan dari karawang ke jakarta jika sepi seperti itu sekitar 1 jam saja, namun bukan perjalanan itu yang aku perbincangkan disini namun mengenai masalah pemilihan..

coba fikirkan sejenak, kita kadang sering sekali berada pada posisi tergesa-gesa dan ingin segera menemui ketika janji dengan orang atau yang berhubungan dengan pekerjaan. sering sekali kita lebih tepat waktu untuk masuk kerja karena ada asumsi berfikir gaji saya akan dipotong atau takut dimarahin atau demi profesional atau yang lainnya..pokokny harus perfect. namun bagaimana dengan judul begini “bagaimana dengan jadwal bertemu dengan Yang Memiliki Segalanya, yakni Allah Swt dengan menunaikan solat ?” nah untuk urusan yang ini sering sekali kita tunda-tunda bahkan tak menunaikannya.

aneh..aneh sekali,. sering kemudian berfikir kenapa ya orang kok bisa datang tepat waktu saat ada undangan makan, saat jadwal kerja, saat bertemu dengan orang yang dirindukan, bertemu dengan yang dicintainya..kenapa sebegitu kuatnya untuk tak membuat kecewa orang-orang itu? tapi giliran janjian untuk hal kebaikan khalayak yang pada dasarnya untuk diri sendiri sungguh susah untuk tepat waktu. seperti rapat untuk membahas program-program kemashlahatan, diskusi, ta’lim atau bahkan pembicaraan tadi yakni solat..mengapa..saudara-saudara..mengapa?

untuk urusan dunia saja kita bisa sigap dan harus perfect tapi mengapa untuk urusan akhirat kita juga tidak berusaha perfect?dimensi berfikir seperti apa jika Yang Maha Segalanya itu kita tinggalkan padahal apa ruginya dengan Dia, Allah punya segalanya tapi kita..sekali lagi tak punya apa-apa. dan memang benar sesuai ayat ke dua dari Al Ashr bahwa semua manusia berada dalam kerugian. penerusan ayat ke 3 dan seterusnya sampai habis menggambarkan jawaban harus seperti apa manusia biar tidak rugi..

Advertisements

April 15, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Leave a comment