Highspace’s Blog

masterpiece

memahami kehendak Allah

Assalamu’alaikum
Assalamu’alaikum

sebuah kata yang selalu dicari dan selalu dikejar-kejar, ia mengalahkan rasa lelah, mengalahkan rasa penat di kepala dan jugyang buruk mengalahkan rasa malu. apakah itu? yakni bahagia, silahkan anda cari berapa banyak orang cari arti kata itu dalam satu detik? tercatat bahkan sampai ratusan ribu orang tercatat mencari kata itu.aneh? tentu saja itu fitrah manusia.

kita semua tentu tidak menolak bahwa bahagia itu adalah abstrak atau dengan bahasa lain ia tidak bisa terlhat hanya terasa, namun pertanyaan selanjutnya mengapa ketika katakan itu abstrak atau tak terlihat kita kejar terus. jika diuraikan kemudian ternyata orang menjadi bersemangat luar biasa karena ia menafsirkan atau dengan kata lain mewujudkan dalam bentuk tertentu yang nyata sehingga muncul kata bahagia itu banyak uang maka uang lah yang ia kejar terus, ada juga bahagia itu pnya istri/suami ganteng maka ia berusaha dengan lakukan apapun untuk mendapatkannya, atau bahagia itu banyak anak sehingga ia terus menerus melahiran-dan melahirkan lagi. bahkan sebagian besar orang kemudian mendefinisikan kata bahagia menjadi punya banyak uang, istri/suami ok,banyak anak dan tak ada masalah.

salahkah persepsi itu? tentu tidak toh semua itu hanyalah keinginan dari mahluk yang bernama manusia. bahkan Allah menyuruh manusia untuk punya dream (impian) tentang masa depannya. terkdang jika difikirkan maka apa yang terjadipun adalah pertemuan antara keinginan kita dan kehendak Allah. namun yang perlu dicatat adalah tak semua keinginan kita itu terwujud karena sadarilah hanya kehendak Allah sajalah yang terjadi. namun bukan berarti kita menjadi mahluk yang lemah, tergolek oleh keadaan sehingga menjadi mahluk yang tak melakukan kerja apapun. salah, karena tak ada satu pun ayat atau hadits yang menyarankan kita bersikap pasrah, yang ada hanya tawakal.

tentu saja tawakal itu beda dengan pasrah, karena tawakal itu selalu dilalui oleh rencana, bekreja dengan keras dan diakhiri dengan menyerahkan segala urusan kepada Allah saja.Inilah yang seharusnya disadari oleh stiap muslim yang mengimani tentang takdir. kita tak perlu dan tak pantas mengapa harus begini mengapa hrs begitu? karena sesungguhnya cerita kemarin itu selalu menjadi untaian sejarah, maka kemudian kita menjadi sdar mengenai hadits hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. ketahulah hidup ini sudah tersetting oleh Allah, kita disuruh merencanakan, berusaha dengan maksimal (didalam perjalan ikhtiar itu harus ada sikap iman,islam dan ihsan), kemudian berdo’alah karena ia yang akan menjadikan titik akhir dari sebuah perjalanan usaha yang dilakukan.

apapun yang terjadi hari ini, pahamilah semua ini merupakan rangkaian rencana Allah untuk kita. tetaplah mencoba untuk dekat dengan Allah, berdo’alah Ya Allah ikatkanlah hati ini dengan keimanan kepadamu, jadikanlah aku termasuk ke dalam orang-orang yang wafatkan dalam keadaan syahid atau husnul khotimah, ikatkanlah perjalanan hidup ini dengan ketaqwaan dan kumpulkanlah bersama dengan orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepada-Mu Ya Allah. Aamiin

(Karawang 8 september 2011) ya Allah Aamiin
sebuah kata yang selalu dicari dan selalu dikejar-kejar, ia mengalahkan rasa lelah, mengalahkan rasa penat di kepala dan juga bahkan yang buruk mengalahkan rasa malu. apakah itu? yakni bahagia, silahkan anda cari berapa banyak orang cari arti kata itu dalam satu detik? tercatat bahkan sampai ratusan ribu orang tercatat mencari kata itu.aneh? tentu saja itu fitrah manusia.

kita semua tentu tidak menolak bahwa bahagia itu adalah abstrak atau dengan bahasa lain ia tidak bisa terlhat hanya terasa, namun pertanyaan selanjutnya mengapa ketika katakan itu abstrak atau tak terlihat kita kejar terus. jika diuraikan kemudian ternyata orang menjadi bersemangat luar biasa karena ia menafsirkan atau dengan kata lain mewujudkan dalam bentuk tertentu yang nyata sehingga muncul kata bahagia itu banyak uang maka uang lah yang ia kejar terus, ada juga bahagia itu pnya istri/suami ganteng maka ia berusaha dengan lakukan apapun untuk mendapatkannya, atau bahagia itu banyak anak sehingga ia terus menerus melahiran-dan melahirkan lagi. bahkan sebagian besar orang kemudian mendefinisikan kata bahagia menjadi punya banyak uang, istri/suami ok,banyak anak dan tak ada masalah.

salahkah persepsi itu? tentu tidak toh semua itu hanyalah keinginan dari mahluk yang bernama manusia. bahkan Allah menyuruh manusia untuk punya dream (impian) tentang masa depannya. terkdang jika difikirkan maka apa yang terjadipun adalah pertemuan antara keinginan kita dan kehendak Allah. namun yang perlu dicatat adalah tak semua keinginan kita itu terwujud karena sadarilah hanya kehendak Allah sajalah yang terjadi. namun bukan berarti kita menjadi mahluk yang lemah, tergolek oleh keadaan sehingga menjadi mahluk yang tak melakukan kerja apapun. salah, karena tak ada satu pun ayat atau hadits yang menyarankan kita bersikap pasrah, yang ada hanya tawakal.

tentu saja tawakal itu beda dengan pasrah, karena tawakal itu selalu dilalui oleh rencana, bekreja dengan keras dan diakhiri dengan menyerahkan segala urusan kepada Allah saja.Inilah yang seharusnya disadari oleh stiap muslim yang mengimani tentang takdir. kita tak perlu dan tak pantas mengapa harus begini mengapa hrs begitu? karena sesungguhnya cerita kemarin itu selalu menjadi untaian sejarah, maka kemudian kita menjadi sdar mengenai hadits hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. ketahulah hidup ini sudah tersetting oleh Allah, kita disuruh merencanakan, berusaha dengan maksimal (didalam perjalan ikhtiar itu harus ada sikap iman,islam dan ihsan), kemudian berdo’alah karena ia yang akan menjadikan titik akhir dari sebuah perjalanan usaha yang dilakukan.

apapun yang terjadi hari ini, pahamilah semua ini merupakan rangkaian rencana Allah untuk kita. tetaplah mencoba untuk dekat dengan Allah, berdo’alah Ya Allah ikatkanlah hati ini dengan keimanan kepadamu, jadikanlah aku termasuk ke dalam orang-orang yang wafatkan dalam keadaan syahid atau husnul khotimah, ikatkanlah perjalanan hidup ini dengan ketaqwaan dan kumpulkanlah bersama dengan orang-orang yang senantiasa bertaqwa kepada-Mu Ya Allah. Aamiin

(Karawang 8 september 2011) ya Allah Aamiin

Advertisements

September 12, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: