Highspace’s Blog

masterpiece

Pemimpinku..oh pemimpinku

assalamu’alaikum

ironi sekali negeri ini, di tengah kelesuan moral dalam setiap segmentasi kehidupan kini merebak suguhan dengan tampilan berita artis-artis “panas” memanaskan panggung politik. luar biasa aneh? memang untuk menjadi pemimpin di negeri ini haruslah orang yang tenar, banyak duit saja, lalu aspek moral sebagai pemimpin itu dimana?

baiklah saya akan ilustrasikan sebagai berikut:

dalam pemilihan sebuah acara tampilan 3 orang sosok pemuda, mereka berdiri di depan dan bersiap untuk memberikan pemaparan kepada khalayak mengenai visi mereka.

pemuda 1= kelak ketika nanti saya dipilih menjadi pemimpin, maka segala hajat anda semua akan saya penuhi tanpa ada satu hal pun yang terlewatkan

pemuda 2 =kelak ketika saya menjadi seorang pemimpin maka tidak boleh lagi ada orang miskin

pemuda 3= Insya Allah jika saya dipilih maka saya siap untuk menerima masukan dan kritikan dari kalian dan berusaha memnuhi apa yang menjadi kebutuhan selama ini.

waktu pemilihan masih lama ada sekitar 5 bulan lagi, ketiga pemimpin muda itu mulai terlihat untuk menunjukan kharismanya di depan para pemilihnya. mereka sibuk menampilkan visi dan janji ke hadapan publik, segala gaya mereka lakukan. di antara 3 sosok tadi sangat berbeda satu sama lain. pemuda 1 pendekatannya adalah melalui kegiatan baksos dan pelayanan kesehatan, pemuda 2 pendekatannya dengan pola penyuluhan dan pemberian uang bantuan sedang pemuda 3 dia melakukan pendekatan dengan membuat sebuah lembaga yang disana ada penanaman moral sebagai basis perubahan ditambah dengan langkah-langkah nyata pemecahan masalah secara mengakar

ketiganya bersaing ketat dalam menarik simpati masa, ada yang sibuk bergoyang ria, ada yang sibuk ceramah dan ada pula yang sibuk untuk melakukan kerja nyata. Dan yang perlu di catat adalah ketika diantara pemuda tadi yang paling sedikit punya uang dana kampanye adalah pemuda 3.

perjalanan waktu terus berputar hingga tibalah waktu penentuan hari pemilihan..

pada hari itu terbelaklah orang-orang terutama juga para calon pemimpin itu, ternyata yang menang adalah yang berbuat langsung terhadap rakyat. bukan yang memberi ketika ada maunya saja….

hm..ketika menulis tulisan di atas apa bisa terjadi di negeri ini? dari pengamatan saya banyak sekali kerunyaman berfikir di negeri ini, terlalu pragmatis sehingga ideologi itu lumer oleh kepentingan bahwa saya/kelompok saya yang berkuasa. banyak yang kemudian kita melihat betapa hancurnya sebuah bangsa ketika para politikusnya sudah bukan lagi memikirkan keberhasilan bangsanya…

jargon reformasi menurut saya itu belum terjadi di negeri ini, karena yang terlihat hanya pergantian kekuasaan saja. hanya beda posisi tepatnya? lalu dimana peran moral yang utama bukankah kita sebagai manusia akan merasa tentram jika moral hazard itu bisa ada dalam setiap blantika kehidupan?

reform kita belum menyentuh apapun, hanya menyentuh sebuah judul saja bukan perubahan di dalamnya atau perubahan di akar yang berbasis di moralnya. sehingga realita yang ada sejak judulnya bergulir reformasi kasus korupsi masih terlihat bahkan besar -besar, pembodohan masyarakat merajalela di tengah gembar-gembor masyarakat sekarang sudah pintar…(he..pintar dari mana)

maka sudah saatnya kita menelaah kerja lanjutan, melihat episode ke depan penuh dengan dinamika antara sebuah kepalsuan dengan sebuah kebenaran. Dan dalam keadaan saat ini janganlah terjebak pada sebuah unsur semu, karena ia tidak akan memberikan perubahan apapun pada diri kita

April 9, 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Leave a comment