Highspace’s Blog

masterpiece

The Teens: Between Passion and Patience

Abstrak
Remaja adalah sebuah wilayah perbincangan yang tak kunjung usai, karena pembahasan ini adalah sesuatu yang unik. Mengapa? Karena selalu menampakan aspek kejiwaan yang merupakan batu loncatan menuju proses kedewasaan , meski dalam wacana islam tak dikenal istilah remaja karena dalam kacamata islam manusia setelah proses anak-anak adalah menjadi dewasa (akhil baligh). Sedangkan barat membagi periodik manusia menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa. Jadi sebuah persepsi bersebrangan yang begitu mempesona untuk dibahas.
Keyword: Remaja, kejiwaan(emosi),pandangan psikohumanistik

A. Pendahuluan
Judul diatas mungkin akan memberikan efek mengerutkan dahi? Ya itulah jika kita akan menganalisa psikologi perkembangan, menarik dan membuat kita ingin tak mau meninggalkan kajian ini. Semakin dalam kita mempelajari bahasan ini maka kita akan merasa semakin penasaran, namun dengan semakin kuatnya kita menguasai bahasan ini maka tergantung dari si pengguna apa mau dipakai kebaikan atau kejahatan. Maksudnya? Karena bahasan ini titik sasarannya adalah jiwa-jiwa dari pemuda, jika dipakai untuk kejahatan maka akan hilang sebuah peradaban dan jika dipakai untuk kebaikan malah akan semakin mengokohkan peradaban. Dari judul , kita hanya akan membahas sekelumit bahasan tentang remaja yakni bahasan antara passion dan patience. Passion disini maskudnya adalah gelora(kecenderungan) manusia pada kisaran fase remaja dan untuk patience maksudnya adalah tentang seberapa hebat kekuatan jiwa untuk melewati fase ini.

B.Pembahasan
”Fase manusia pada saat remaja begitu labil” begitulah pendapat para pakar psikohumanistik. Ungkapan itu memang ada benarnya, karena memang kondisi jiwa pada fase ini begitu rentan. Manusia pada fase ini begitu ”terbawa arus” karena memang merupakan masa peralihan dari sebuah fase satu ke fase selanjutnya, peralihan dari fase anak-anak menuju ke fase dewasa. Ketika peralihan itu manusia masih terus mencari identitas/eksistensi dirinya dengan lingkungan sekitar, bahkan terkadang di suatu saat bisa terjadi tiitk ekstrim dalam menunjukan jati dirinya. Sering kita mendengar informasi yang menyatakan bahwa terjadinya kenakalan remaja atau di satu sisi remaja yang sarat prestasi atau remaja yang depresi karena masalah sepele atau juga remaja yang mampu menjadi agen sosial yang baik, semua itu merupakan aspek-aspek yang selalu ada di jiwa manusia namun tergantung kekuatan menahan yang jelek untuk jadi baik atau sebaliknya. Anis Matta menggambarkan dengan baik dalam bukunya Membentuk Karakter Cara Islam yakni : pada usia 11-15 tahun manusia pada fase perilaku berkesadaran yaitu:
a. sejalan dengan perkembangan intelektualitasnta yang semakin rasional, maka anak juga mulai memperlihatkan perilaku yang mengakar pada kesadarannya.
b. Anak-anak memperlihatkan keluwesan dalam berperilaku
c. Pennilaian baik-buruk mulai lepas dari egosentrisnya dan berpindah ke penilaian akan dampak perilakunya terhadap proses adaptasi sosialnya
d. Perilaku mulai memasuki tahap habit(kebiasaan) dan akan menjadi karakter.
e. Mulai berorientasi masa depan
Sedangkan pada tahap usia 15 tahun ke atas, manusia menuju fase kontrol internal atas perilaku dengan ciri
a. menguatnya kesadaran akan nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan, dan mulai memberi arah dan pedoman bagi perilaku dan kehidupannya secara umum
b. tanggung jawab yang tinggi kepada Allah
c. nilai-nilai individu dan sosial mulai terintegrasi secara utuh dalam kepribadiannya
d. perilakunya sudah mengakar kuat dalam kesadarannya, dan cenderung tetap sehingga garis –gasris dasar kepribadiannya mulai tampak jelas.
Menurut saya itulah gambaran manusia yang normalnya seperti itu, namun dalam tataran realitas lingkungan juga memberi dampak yang cukup signifikan dalam perkembangan dirinya, manusia menjadi terdistorsi akan sikap-sikap fitrahnya yang sejak lahir terlihat, manusia yang sejak lahir tertanam sifat-sifat mengakui Allah bahkan menjadi hilang sama sekali ketika ia dewasa kelak. Itu sekali lagi saya katakan bahwa fase manusia pada remaja ini begitu rentan dalam membentuk karakter kepribadiaanya, manusia yang masa remajanya sudah terbina untuk menjadi penjahat maka akan sulit sekali untuk merubahnya menjadi manusia yang berkarakter baik pada saat selanjutnya, inilah yang harus diwaspadai inilah yang harus di selamatkan..

Advertisements

January 27, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: