Highspace’s Blog

masterpiece

Kebangkitan adalah Sebuah Narasi kita bersama!!

Assalamu’alikum wr.wb..
Puji syukur kehadirat Allah Swt. Atas karunia nikmat yang diberikan kepada kita yakni nikmat Iman, Islam dan Kesehatan. Tak ada hal yang bisa kita lakukan selain kesadaran untuk bersyukur kepada Allah dengan sebaik-baiknya tanpa adanya rasa keterpaksaan sehingga kita mampu mewujudkan karya yang terbaik untuk Allah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw yang merupakan tokoh idola kita bersama karena dalam pribadinya terdapat sebuah keteladanan yang terbaik.
Salam perubahan..
Di awal sambutan ini saya ingin menyitir ucapan Harun Al-Rasyid, “Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung segala usaha maksimal.” Saudara/i ku pekan ini kita merasakan sesuatu yang besar dalam bangsa Indonesia yakni adanya hari sumpah pemuda yang memiliki ruh yakni sebuah perubahan, sebuah perubahan pola perjuangan yang tadinya bersifat kedaerahan menjadi sebuah ikatan yang utuh tentang persatuan secara utuh tentang kebebasan menjadi sebuah bangsa. Para pemuda merupakan aset berharga yang begitu besar karena memiliki nilai-nilai idealis , militan,kritis,dan obejektif melihat sesuatu dan mengeksekusi sesuatu. Maka ketika hal itu hilang dari jiwa pemuda kita, maka kita semua akan kehilangan para pemimpin masa depan bangsa ini.
Ucapan Harun Al Rasyid diatas merupakan bumbu dari sebuah untaian kalimat dari seseorang yang menyadari akan begitu pentingnya artiya perencanaan dari sebuah narasi..dari sebuah gagasan dan juga bahasa keikhlasan terhadap usaha maksimal yang telah dilakukan kita. Narasi yang ingin kami share dengan anda semua sudaraku adalah tentang narasi kebangkitan, karena kita sudah terlalu lama tertidur bahkan mungkin terlalu pulas. Negeri ini dikatakan sebagai raksasa yang sedang tertidur atau mungkin bahasa persepsi saya adalah negeri ini besar namun tak sadar bahwa dia itu besar atau dengan kata lain terkena syndrom inferior complex sudah kadung terlalu akut. Kita menjadi bangsa penakut bahkan untuk sekedar bermimpi saja tidak berani, ketika ada yang mengatakan kita termasuk menjadi negar maju tahun 2030 maka banyak yang mengatakan tidak mungkin padahal mungkin saja jika Allah berkehendak itu semua bisa terjadi atau bahkan mungkin kurang target tahun itu. Jepang ketika sudah kalah bukan malah menjadi bangsa penakut atau terkena sydnrom inferior, namun adanya kesadaran yang kuat dari semangat juang dan memang berani bermimpi bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar kembali dan itu sudah terbukti sakarang.
Saudara/i ku…
Kami sadar betul bahwa untuk mencapai tujuan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa tidak akan bisa jika dicapai dengan kekuatan sendiri, namun harus bisa dishare dengan seluruh komponen bangsa ini. Oleh karena itu kami mengusung tema Dari generasi muda Islam untuk Indonesia pada penyelenggaraan Ekspo kali ini, karena kita sadar bahwa sebagai bagian dari komponen bangsa ini maka harus ada sesuatu yang bisa dihasilkan, harus ada sesuatu yang bisa dinikmati, harus ada karya-karya yang bertujuan pencapaian Indonesia yang kita idamkan bersama. “Kata adalah sepotong hati” itulah yang diuraikan oleh pemikir dan pemimpin pergerakan islam di India yakni Abul Hasan Ali Al Hasani An-Nadwi, maka itu pulalah yang kami pahami bahwa rangkaian kata yang tertulis yakni Islamic Education Expo dengan Tema : Dari generasi muda Islam Untuk Indonesia merupakan gambaran hati kami tentang kepedulian mengenai pendidikan dan tentang revitalisasi peran pemuda Islam di negeri ini. Pemuda Islam adalah aset bangsa ini bahkan yang terbesar karena negeri ini 80% penduduknya beragama Islam. Maka ketika pemuda Islamnya tidak dapat mengisi ranah-ranah kehidupan dengan maksimal maka ketika itulah bangsa ini akan terus menukik ke lembah kehancuran. Oleh karena itulah saudaraku…mari kita mulai pikirkan ini bersama dengan ikatan hati dan dengan kesinambungan irisan antar arah gerakan masing-masing. Dalam relung krodeo perjuangan kami..termaktub sebuah keinginan yakni kebersamaan untuk membangun, kebangkitan yang harus menjadi sebuah narasi bersama. Mengapa bersama? Karena Generik adalah bagian kecil dari sebuah bagian yang besar dan bagian yang besar itu adalah seluruh masyarakat negeri ini.
Setiap manusia sedang mengukir sejarahnya masing-masing,maka ketika sejarahnya itu biasa-biasa saja tak ada nilai yang bisa dirasakan kemudian maka menurut saya adalah kesia-siaan. Bukankan narasi terbesar dalam urutan dustur umat islam yakni Al Qur’an berbicara secara utuh dalam Surah Al Ashr tentang pentingnya memanage waktu atau mengisi waktu-waktu? Namun kita terkadang tak peduli dengan gambaran utuh itu semua, sehingga kita menjadi orang-orang yang tak produktif. Itulah kesalahan, itulah kelemahan kita bersama yakni menjadi manusia-manusia yang unproductif…maka seharusnya kita malu dengan itu semua. Betapa negeri ini yang merupakan mayoritas muslim tapi tak produktif, saudarku jika orang-orang barat yang berpaham kapitalisme memahami bahwa hanya ada 2 hari dalam satu minggu yakni hari produktif dan hari konsumtif. Maka tak heran jika hari senin-jum’at dihabiskan secara maksimal untuk berproduksi habis-habisan(mencari uang) dan ketika sampai hari jum”at mereka bergembira dengan mengatakam hore..it’s Friday berarti saatnya untuk bersenang-senang esok hari. Sedangkan 2 hari sisanya dihabiskan untuk hari-hari konsumtif artinya hari-hari yang dihabiskan untuk bersenang-senang (menghabiskan uang) dan itu terus berurut-urut dilakukan sampai mereka tak mampu lagi lakukan itu semua.
Saudaraku..
Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menjadi kaum produktif, namun juga bukan tak boleh untuk melakukan kegiatan konsumsi. Namun Islam mengajarkan agar dalam setiap kegiatan yang dilakukannya adalah selalu ada value added yang dihasilkan. Value added yang terhebat adalah value yang bernotasi ibadah kepada Allah. Maka Islam sangat menghargai fungsi niat dalam beramal. Kembali kepada kebangkitan yang merupakan narasi, maka tak ada pencapaian itu tanpa adanya niat bersama, tanpa adanya tahap-tahap dan tanpa adanya pengharapan kepada Allah. Tak boleh ada lagi kata-kata yang bernada pesimis, dalam akhir dai sambutan ini kembali saya menyitir seorang tokoh pemuda ykni Anis Mata yaitu bila kita memiliki keyakinan yang kuat, ketulusan niat, kebersamaan yang kokoh, dan kerja keras tanpa kenal lelah, nanti Allah juga akan mengambil alih sisa-sisa pekerjaan yang masih besar, lalu memberi kita kemenangan-Nya, dengan cara-Nya sendiri, bahkan sering melampui batas-batas imajinasi kita, tanpa pernah kita mengerti.
Itulah cita-cita..dan itulah titik dimana kita tak mampu menjangkaunya..semoga kita bisa bersama-sama membangun negeri ini dengan ketulusan dan kebersamaan, dan kami Generasi Islam Karawang sadar bahwa negeri ini butuh pemuda-pemuda cerdas yang bermoral. Semoga Allah meridhoi kerja-kerja untuk perubahan ke arah yang lebih baik.amin ya rabbal alamin. Salam pemuda..salam perubahan..harapan itu masih ada…Allahu Akbar!!!

Karawang, 31 Oktober 2008
RIDWAN,SE

Advertisements

January 27, 2009 - Posted by | Uncategorized |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: